Friday, May 6, 2016

7 Negara Dengan kualitas pendidikan terbaik



sbi_yosh.com. kawan yosh !, beberapa puluh tahun ke depan, kita dan generasi yang lagi pada duduk di bangku sekolah-an nih yang bakal memegang kendali negara dan pemerintahan. Cara berpikir dan pemikiran kita menjadi  sangat penting. Nah, yang berpengaruh soal pikir-berpikir adalah pendidikan. So, pendidikan jadi hal yang krusial banget!


Kalau ngelihat negara-negara lain, negara mana sih yang punya sistem pendidikan yang paling keren?

1. Korea Selatan

Nggak cuma terkenal dengan K-Pop, Korsel juga merajai dunia pendidikan. Korea Selatan dan Jepang bersaing ketat untuk menjadi yang nomor satu di dunia pendidikan. Nggak salah sih, Sob, karena kabarnya anak-anak di sana bahkan pergi ke sekolah selama 7 hari dalam seminggu! Setelah 8 jam waktu di sekolah, pelajar di sana akan ikutan les untuk nge-review pelajaran yang sudah didapat di sekolah. Tingkat drop out dari sekolah juga sangat rendah, karena di Korsel, drop out dari sekolah sama dengan bencana. Tingkat kemampuan baca dan tulis di sana juga sangat tinggi, mencapai 97,9%. Jadi, dikit banget yang buta huruf.

2. Jepang

Pendidikan yang berbasis teknologi membuat Jepang disegani negara-negara lain di dunia. Tapi, tahu nggak sih, Sob, sebenarnya sistem pendidikan di Jepang nggak beda jauh dengan Indonesia, elementary school/setara SD 6 tahun, middle school/setara SMP 3 tahun, high school/setara SMA 3 tahun, dan universitas 4 tahun. Bedanya mungkin pada kualitasnya, Sob. Di Jepang, sejak dini para pelajar sudah diajarkan kebiasaan atau budaya membaca. Ini yang bikin orang Jepang punya wawasan yang luas, meskipun profesinya sebagai pedagang sayuran. Belum lagi budaya disiplin dan kerja keras mereka, Sob. 

3. Singapura

Sejak beberapa tahun terakhir, Singapura menjadi salah satu negara yang menjadi nomor satu di dunia pendidikan. Sistem pendidikan di Singapura tergolong unik, karena dibentuk dari sejarah dan kebudayaan yang khas. Hasil yang efektif dan pas untuk membangun Singapura, tapi mungkin nggak cocok untuk beberapa negara lain. Pelajar-pelajar Singapura yang punya basic matematika dan sains yang kuat menjadi salah satu kunci kemajuan pendidikan di Singapura.

4. Hongkong

Sistem manajemen pendidikan di Hongkong mirip-mirip dengan sistem pendidikan di UK, karena memang Hongkong dijajah oleh Inggris dari tahun 1841-1997. Sistem pendidikan di Hongkong sangat kompetitif dan mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Cina dalam hal kedisiplinan dan kerja keras.

5. Finlandia

Dulu negara ini menjadi yang paling top di dunia soal pendidikan. Tetapi, mulai tergeser oleh negara-negara Asia, seperti Korsel dan Jepang. Saat ini, Finlandia sedang berbenah untuk menciptakan keseimbangan pendidikan untuk semua anak. Baik untuk mereka yang ada di pedesaan, daerah pinggiran, maupun perkotaan. Begitu pula dengan mereka yang warga lokal, imigran, pengungsi, dan lain-lain.  

6. UK (United Kingdom) / Inggris Raya

Sistem pendidikan dipahami menjadi kunci untuk mempertahankan kedigdayaan Inggris. Maka, pemerintah Inggris berupaya untuk mempertahankan kualitas pendidikan di Inggris tetap baik dan berusaha menarik minat pelajar-pelajar dari luar Inggris. Sistem pendidikan di Inggris tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis, tapi juga mengajarkan proses dan cara berpikir. Jadi, yang penting bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi juga cara pengajarannya.

7. Kanada

Rasio lulusan universitas di Kanada adalah yang paling tinggi di dunia, kawan. Mutu pendidikan yang tinggi di Kanada ditunjang oleh semua institusi pendidikan di Kanada menawarkan program dengan kualitas yang sama-sama bagus, karena itu tidak ada ranking resmi antar institusi pendidikan di Kanada.

Wah, Sob, negara-negara tersebut punya sistem pendidikan terbaik berdasarkan kualitas pendidikan universitas top, jumlah pelajar yang melanjutkan ke universitas,  dan tingkat kemampuan baca-tulis. 

Gimana dengan Indonesia? 

Hm, kayaknya negara kita masih harus kerja keras berbenah untuk memperbaiki kualitas pendidikan, setuju nggak?

Memang nggak melulu soal masuk universitas atau deretan nilai 100 dan A untuk menunjukkan sistem pendidikan yang kece, karena yang lebih penting adalah pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan berakhlak mulia. Bener nggak, Sob?

Semoga bermanfaat.

Aleppo civil war

http://sbi-yosh.blogspot.co.id/

sbi-yosh.com.

Beberapa hari belakangan gedung bioskop rame dengan dua film yang lagi in banget. Satu film dalam negeri dan satu lagi film luar negeri yang keduanya emang sekuel yang ditunggu-tunggu.

Orang-orang rela antre demi dulu-duluan nonton film hits ini sebelum basi.

Tapi, tahu nggak sih, Sob?

Kita yang lagi ngeramein nonton salah satu judul film 'Captain America: Civil War' dengan suka cita perlu membuka mata lebar-lebar, karena di belahan bumi Allah yang lain lagi ada civil war yang sesungguhnya.

Rezim pemerintah Suriah memborbardir kota Aleppo yang menjadi pusat ekonomi dan kota terbesar di Suriah.

Pemimpin Koalisi Nasional Suriah, Anas al-Abdeh mengatakan, "Serangan (rezim) pemerintah Suriah adalah kejahatan perang dan melawan kemanusiaan," seperti dilansir dari situs berita Republika online.

Emang nggak manusiawi banget, Sob, karena mereka membombardir fasilitas umum yang digunakan masyarakat sipil, seperti fasilitas medis, pemukiman warga, bahkan ke gedung yang menyimpan bantuan dan makanan untuk warga Suriah.

Fasilitas medis yang hancur karena serangan rezim pemerintah Suriah, memperparah kondisi di Aleppo yang memang sudah sangat minim pelayanan kesehatan. Komite Internasional Palang Merah mengatakan bahwa sampai saat ini hanya ada 70-80 orang dokter di kota Aleppo, jumlah yang sangat sedikit.

Atas terjadinya serangan di Aleppo, ribuan pengguna Facebook menon-aktifkan akun Facebook mereka atau mengubah foto profil mereka menjadi berwarna merah untuk menarik perhatian pihak terkait agar rezim pemerintah Suriah segera menghentikan serangan udara di Aleppo.

Hashtag #MakeFacebookRed dan #AleppoIsBurning ramai digunakan untuk membuat dunia melek atas tragedi kemanusiaan di Suriah yang sudah menewaskan lebih dari 240 orang dalam waktu sepekan.

Facebook mendapat kritikan keras dari netizen karena tidak mengeluarkan Safety Check untuk Aleppo seperti saat terjadi serangan di Paris dan Belanda. 

Safety Check ini memungkinkan pengguna Facebook untuk memberitahukan pada teman-teman mereka bahwa mereka dalam kondisi aman.

Kritikan ini ditanggapi Facebook dengan memberikan keterangan bahwa Safety Check tidak bisa digunakan untuk kondisi krisis seperti perang atau epidemi, karena tidak mungkin mengetahui kapan seseorang benar-benar 'aman' pada kondisi krisis seperti itu.

Syria's civil war alias perang sipil di Suriah sudah masuk tahun ke-6 dan sudah menewaskan sekitar 400 ribu orang dan jutaan orang menjadi pengungsi.

Apa yang sudah kita lakukan dan berikan untuk Suriah di tahun ke-6 konflik berdarah ini, Sob?

Saudara-saudara kita yang menjadi garda terdepan untuk melawan musuh-musuh Allah sementara kita bisa hidup dengan tenang di Indonesia ini.

Yuk, yang bisa berdonasi, bantulah dengan bantuan riil berupa dana.

Semoga hati-hati kita masih dilembutkan oleh Allah sehingga tak henti berdo'a untuk saudara-saudara kita di medan jihad sana.

Allahummanshur ikhwaanal muslimiinal mujaahidiini fii Suriah, wa fii Filishtin, wa fii kulli makaan.

Tuesday, May 3, 2016

CATATAN RELAWAN SAHABAT SURIAH - SAHABAT AL-AQSHA SAAT MENGUNJUNGI SALAH SATU RS DI ALEPPO


Karena alasan keselamatannya, para staf rumah sakit itu meminta agar nama dokter, nama rumah sakit, dan wajah dokter itu tidak disiarkan

Rumah sakit yg kami kunjungi adalah salah satu rumah sakit darurat yang dikelola ACMC (Aleppo City Medical Council). ACMC adalah sebuah dewan yang terdiri dari dokter-dokter dan perawat senior yang bertahan di kota Aleppo membantu korban-korban perang.

CATATAN RELAWAN:

1. Dokter itu mengeluarkan separo badannya dari bangsal bedah. Berpakaian operasi. Mulutnya bermasker. Tangan dan pakaiannya belepotan darah. Dokter itu berkata, “Please, please, tunggu saya dengan sabar. Saya selesaikan operasi ini, saya akan ceritakan semuanya kepada kalian…”.

2. Dua orang diantara kami berenam diminta masuk ke bangsal bedah. Ada tiga kamar operasi. Di kamar pertama, seorang pria sedang dibongkar perut dan punggungnya.

3. Dokter tadi, kita sebut saja Dr. Abu Anwar, mengangkat sepotong daging yang sudah hampir tak berbentuk, “Ini ginjalnya hancur dihajar peluru sniper… Alhamdulillah kondisinya stabil, alhamdulillah…”.

4. Di kamar berikutnya keadaannya sama. Darah berceceran di lantai. Perawat kelelahan. Tapi matanya tegar.

5. Dr. Abu Anwar menitip pesan, agar kita membantunya membelikan alat CT-Scan. “Rumah sakit pusat Aleppo hancur dibom rezim”.

6. Lutut kami rasanya lemas. Bukan karena darah itu. Tapi karena apa yang kami bawa rasanya hanya setetes air di hadapan lautan krisis ini. Hanya kepada Allah kita berharap yang sedikit ini dilipatgandakan manfaatnya, seluas kehendak-Nya.

Aleppo, Februari 2013
Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Monday, May 2, 2016

liku liku laki laki tak laku laku

http://sbi-yosh.blogspot.co.id/




Penulis: Nurul Badriah



Sbi_yosh.com.Di gazebo kampus Universitas Lika-Liku Kehidupan (disingkat Unilik), seorang laki-laki duduk termenung.  Salah satu kakinya ia tekukkan dan dengan alas kedua punggung tangannya ia meletakan dagu di atas lututnya. Garis wajahnya tampak begitu letih. Wajahnya pun tampak lebih tua dibandingkan mahasiswa kebanyakan. Maklum, tahun ini adalah tahun keenam ia berada di kampus Unilik. Semua teman angkatannya sudah lulus, bahkan ada yang sudah punya  4 anak. Ia masih punya jatah satu tahun di kampus yang sangat ia cintai itu. Namun, jika menurut kehendaknya, ia tak ingin meninggalkan kampus yang penuh kenangan indah itu.

“Bang Rio, lagi ngapain? Ye, lagi ngelamun apaan, tuch?” Wiwin, adik tingkat di program studinya membuyarkan lamunan laki-laki itu.

“Eh, adek. Lagi ngelamunin adek.”

“Mulai dech. Wiwin tuh ga suka digombalin, tau, gak?”

“Meskipun Wiwin gak suka, Wiwin tetap jadi inspirasi Abang.”

“Halah, Abang tuh gak berhenti-berhenti gombalnya, tapi  gak dapet-dapet pacar.”

“Eits, gini-gini Abang gak mau pacaran. Abang mau ta’aruf aja sama ukhti-ukhti yang pake jilbab lebar itu.”

“Jiaah, parah. Gimana mau ta’aruf sama ukhti-ukhti, Abang  aja gak jadi akhi-akhi.”

“Wiwin lari saja sana. Abang lagi mau sendiri.”

“Iihhh, bener-bener lagi galau kayaknya, nih?”

“GALAU = God Always Listening Always Understanding.”

“Eh, tumben Abang beres. Apa udah mau jadi akhi-akhi, ya?”

“Pergi ga luuu!”

“Takuuuuut, Bang Rio udah mau ngeluarin taringnya.” Wiwin melet ke arah Rio dan berlari menuju mushala yang tak jauh dari gazebo.

Rio cuek saja. Anak kecil, pikirnya. Tapi, sejenak ia tercenung dengan kata-kata Wiwin. Mungkin Wiwin benar juga. Ia harus berubah. Tapi, apa tidak terlambat? Ia sudah mahasiswa semester banyak. Ia menghela nafas panjang.

“Bang Rio, ngapain sendirian di situ?” Kini Teti, anak program studi Sejarah menyapanya.

“Lagi istirahat, Ti, abis jalan jauh tadi, sesat pula.”

“Emang jalan ke mana, Bang? Kok bisa sesat?”

“Jalan ke hatimu.”

“Yaelah, lurus aja Bang kalo jalan ke hati Teti.”

“Iya, tapi tadi tuh banyak candi-candi, terus banyak manusia purba juga, jadi sulit nemuin hati Teti.”

“Wah, bau-baunya gak enak, nih, ujungnya kalo udah ngomong gitu. Teti duluan aja dech, Bang. Daaa....” Potong Teti. Kali ini, ia tak perlu mengusir seperti Wiwin. Teti sudah lari duluan.

Sepertinya belum lama Rio duduk di gazebo ini. Sudah ada penggangu-pengganggu yang membuat kepalanya puyeng. Dari kejauhan ia melihat seorang gadis mungil berjilbab biru muda menuju mushola. Sepertinya ia memang harus segera lari dari tempat ini. Gadis itu pasti akan lebih mengacaukan harinya.

***

“Sarah, kamu suka ke taman, ya?”

“Kok tahu, Bang?”

“Karena kamu udah bikin hati Abang berbunga-bunga.”

“Wah, Abang ada-ada aja, Sarah jadi malu.”

“Eh, Sarah. Kok hati Abang begetar, ya?”

“Karena deket Sarah, kali, Bang?”

“Eh, gak ding, ternyata HP Abang yang bergetar.”

“Hahaha… Abang bikin suasana ancur aja. Udah bagus-bagus dialognya. Masak ujungnya gitu?” Sarah, gadis mungil itu tertawa lepas mendengar akhir dialognya dengan Rio. Rio memang pasangan gombal yang pas untuknya.

“Abang udah mau ke jurusan, Sar, mau nemui Bu Yati. Mau bimbingan.”

“Bimbingan apa, Bang? Skripsi?”

“Bukan, bimbingan biar dapet hatimu.”

“Jiaah...!”

“Abang pegi dulu, ya?”

“Hati-hati, Abang.”

Di jurusan Budaya dan Seni, Program Studi Seni Lukis. Rio duduk berhadapan dengan Bu Yati. Dosen pembimbing skripsinya.

“Rio, kamu mau sampai kapan bertahan di kampus ini?”

“Sampai hati ibu luluh.”

“Ckckck, apa-apaan kamu, Yo? Kamu ini, ibu dapet laporan. Kamu sering ngegombalin adik-adik tingkat kamu, ya?”

“Galau, Bu. Skripsi ga, kelar-kelar, istri gak dapet-dapet, ibu gak acc-acc Bab I saya, hati ibu gak luluh-luluh liat wajah saya,”

“Masya Allah, baru kali ini, Nak, ibu dapet mahasiswa bimbingan yang rada-rada aneh.”

“Bukan aneh, Bu, tapi unik.”

“Ya, terserah kamu lah. Pokoknya besok apa yang ibu coret hari ini sudah diperbaiki. Ibu kebetulan besok ada di kampus.”

“Cepet banget, Bu?”

“Kamu ini, kemarin-kemarin udah dikasih kesempatan utnuk nyantai, sekarang gak ada lagi kesempatan untuk nyantai.”

“Iya, ampun, Bu, besok saya ngadep lagi.”

“Ibu tunggu besok di sini.” Tegas Bu Yati, dosen pembimbing Rio yang super duper sabar itu.

***

Rio keluar ruang dosen dengan wajah sumringah. Bagaimana tidak, Bu Yati akhirnya meng-acc Bab I skripsinya! Dunia rasanya dipenuhi bunga-bunga, mawar, melati, semuanya indah. Loh?! Kemudian ia layaknya aktor India yang bernyanyi serta menari di tengah-tengah taman, memutari tiang listrik, dan hujan-hujanan. Ups! Kali ini kok benar-benar basah?

“Eh, sialan lo, Ko! Mengacaukan suasana hati gue aja!” Umpat Rio yang mendapati Koko, teman yang senasib dengannya itu menyemprotnya dengan air minum mineral.

“Hahaha... lo juga sich, jalan sambil senyum-senyum sendiri, gue kira lo kesambet tadi.”

“Enak aja, lo, gini-gini gue rajin sholat, rajin ngaji, rajin...”

“Bohong lu! Terus apa hubungannya?” Potong Koko.

“Pacaran!” Rio ngedumel dan meninggalkan Koko kebingungan sambil garuk-garuk dada.

Rio melangkahkan kaki menuju gazebo depan mushala. Sejak gazebo ini dibangun, ia merasa jiwanya telah tertaut di sini. Sudah banyak banget cerita tentang lika liku hidupnya di kampus Unilik yang ia tumpahkan di sini. -ukan mencoret-coret. Bukan, tapi ia hanya ngomong dengan tiang gazebo!!! Hari ini ia mau ngomong, bab I udah di acc bu Yati!!! Yeaaah… setelah sekian semester akhirnya ia melewati tantangan di bab I. 

***

Wisuda ke 109 Unilik akan dilaksanakan dua bulan lagi. Tapi, ia baru berada di bab III, itu pun sudah bolak-balik ruang dosen 3 kali sehari untuk bimbingan tapi masih belum di-acc.

“Kamu ke perpustakaan pusat, cari skripsi yang mirip-mirip sama punya kamu.” Bu Yati mengakhiri bimbingan ke-tiganya hari ini.

“Iya, Bu.” 

Tanpa ba-bi-bu, Rio menuju perpustakaan pusat. Menaiki anak tangga sambil menghitungnya itu sesuatu, ya? Rio tiba-tiba merasa hebat sebab ia sudah tahu jumlah anak tangga perpustakaan pusat. Totalnyaaa... ada 10 anak tangga, saudara-saudari! Di anak tangga terakhir, Rio meloncat dan teriak memasuki pintu perpustakaan sambil mengangkat tangan kanan yang ia kepalkan. “Yeaaaaaah!!!”

Taraaa… kok perpustakaan pusat ada anak-anak yang lagi melingkar? Salah satu di antaranya ada yang menulis di papan tulis. Isinya:

Rapat DPM KM Unilik

Wadaaaaw... Rio salah masuk ruangan, saudara-saudari! Ia malah masuk sekret Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Unilik yang berada tepat di belakang perpustakaan pusat! Apa yang terjadi dengan Rio? Semua mata tertuju padanya dan rapat pun terhenti. Rio mematung dengan satu tangan masih di atas persis patung Liberty.

“Maaf, ada apa, Mas?” Tanya seorang mahasiswa yang tadi menulis di papan tulis. “Ada yang bisa kami bantu?”

Rio menurunkan tangannya pelan-pelan, “Saya, saya mau numpang lewat.” Jawab Rio asal. “Ya, saya mau numpang lewat, saya mau ke perpustakaan pusat, lewat sini bisa?”

“Owh, iya bisa, Mas. Cuma pintunya lebih sering ditutup karena ruangan ini sekret kami. Kenapa gak lewat pintu depan aja, Mas?”

“Gka ada sensasinya, lewat sini lebih oke kayaknya.” Rio asal-asalan.

“Owh, silahkan, Mas. Den, buka pintu samping, mas ini mau lewat.” Perintahnya dengan salah satu di antara mereka yang berada di dekat pintu.

“Permisi, permisi...” Rio membungkuk lewat sambil menenteng sepatu tanpa berdosa di depan orang-orang yang sedang rapat.

Haha... Rio baru tahu, tangga belakang perpustakaan pusat ternyata bukan untuk pintu masuk perpus, melainkan sekretariat salah satu ormawa di kampusnya. Tanpa dosa, ia melenggang menuju ruangan di perpus. Wadawww... ini perpustakaan apa labirin? Ia bahkan tak tahu harus ke kanan atau ke kiri. Terpenting bukan ke depan, soalnya itu pintu keluar.

Dengan insting yang dirasa jitu, akhirnya ia memilih jalur kiri. Jalan entah berapa meter, ia menaiki tangga, dan disana ia menemukan ruangan yang ada bukunya. Dengan percaya diri tingkat tinggi, ia masuk ruangan dan duduk manis depan seorang cewek manis.

Baru lima menit, ia merasakan keanehan, saudara-saudari! Ia tak menemukan skripsi bahkan buku-buku pun tak ada. Hanya sekumpulan tulisan dan sejenis majalah di ruangan ini.

“Mbak, mbak, mau tanya.” Rio memberanikan diri mengajak cewek di depannya bicara.

“Iya, ada apa?”

“Mbak, kalau mau lihat skripsi di mana ya?”

“Owh, ruangan skripsi? Dari pintu masuk Mas ke kiri, terus belok kanan, lurus aja, kemudian belok kiri lagi. Nah, di situ ruangan skripsi.” Busyet! Ini benar-benar labirin. “Bukan mahasiswa sini ya, Mas?” 

“Eh, iya... eh, bukan,” Rio gelagapan. Ketahuan ia belum pernah ke perpustakaan pusat. “Makasih, Mbak.” Hancur dah reputasinya di depan cewek manis tadi. Padahal dalam hatinya tadi pengen kenalan, siapa tahu beruntung tuh cewek jatuh hati sama dia. Eh, mimpinya Rio di siang bolong, diaminin aja. Kasihan enam tahun di kampus, gak ada cewek yang nyantol. Bukan karena gak ganteng, sih, tapi emang kurang cakep! 

Setelah keliling-keliling, akhirnya ia menemukan ruangan skripsi tersembunyi si sudut paling kiri perpustakaan. Lokasi yang membuatnya ngedumel dalam hati. Setengah jam di ruangan itu, dengan mudah rasa bosan menyergapnya. Berkali-kali mulutnya menganga. Bahkan, ia sempat tertidur di antara rak-rak itu dan terbangun karena tepat di depannya sebuah skripsi jatuh.

Rio kembali, ia menyudahi petualangannya di perpustakaan pusat. Ia menyimpulkan bahwa pekerjaan mencari referensi itu membosankan. Titik. Gak pake koma-koma lagi.

***

Bimbingan kali ini, Bu Yati dengan baik hatinya membelikan empek-empek dari kantin kampus. Eh... tumben-tumbenan, pikir Rio. Yah, mudah-mudahan pertanda baiklah buat Rio.

“Biar kamu semangat bimbingan. Mungkin ibu gak ngasih makan selama ini jadi kamu sedikit lamban.” Ujar Bu yati. Rio mesem-mesem aja.

“Ah, ibu tau aja...”

“Nah, kan, nyambarnya cepat  kalo bimbingan dikasih makan!”

“Ibu juga baru ngasih tau sekarang, kalau dari dulu pasti tiap bimbingan saya sms ibu dulu mau pilih makan apa?”

“Alhamdulillah, artinya ibu gak perlu ngeluarin banyak biaya untuk membimbing kamu lagi.”

“Loh, kok?”

“Iya, ini bab terakhir, kan? Kalau ibu acc, selesai skripsimu, tinggal sidang dan bla bla bla…” Dubraakk.. Ibu ini masih perhitungan aja, gerutu Rio dalam hati.

Pempek lenjer, kapal selam, adaan, dan semua jenis pempek terhidang di meja. Sesekali Rio melirik pempek-pempek yang menggoda tangannya untuk meraihnya. Tapi, seolah Bu Yati membaca pikirannya, setiap kali matanya melirik pempek-pempek itu, Bu Yati akan berceloteh, “Fokus, fokus...”

“Oke, final. Kamu sudah boleh sidang. Bab terakhir kamu saya acc.”

“Yeaahhh…!“ Rio kegirangan, tanpa sadar tangannya menyenggol cuka pempek dan tumpah ruah ke kertas-kertas di atas meja. Sepiring pempek pun tak ayal jadi korban ketika tangannya hendak menyelamatkan sang cuka.

Praaakkkk…

Pempek berserakan di lantai. Cuka bergenangan di meja. Kertas-kertas entah berkas apa berubah warna menjadi kecoklatan. Sedetik kemudian Rio dan Bu Yati terdiam.

“Rioooooooo……!!!” Bu Yati akhirnya histeris dan tanpa sadar tangannya menjewer telinga Rio.

“Maaf, maaf, Bbu.. gak sengaja, Bu,” Rio meringis.

Rio menelan ludah, hilang sudah harapannya makan pempek hari ini. Ia mesti rela membersihkan bekas cuka dan pempek yang berserakan di lantai.

“Bang Rio sekarang udah kerja di sini, ya?” Seorang mahasiswi dengan polosnya bertanya ketika melihat Rio membersihkan lantai ruang dosen.

“Sembarangan! Lo kira gue OB, heh??? Gue lempar sama pempek ini, mau?”

“Eh, bang Rio kok mendadak galak, mau dibantuin, Bang?”

“Wah, kalo itu boleh dech, nih gantiin abang beresin lantai.”

“Gak, maksudnya bantuin doa, Bang.”

“Pergi gak loooooo!”

“Haha.. selamat bekerja, bang Rio...!”

Hari ini memang melelahkan. Setelah semalaman begadang menyelesaikan skripsi, paginya bimbingan dan ditutup bersih-bersih ruang dosen plus bonus disemprot Bu Yati karena berkas-berkasnya turut terkena tumpahan cuka pempek.

***

Gue cuma pengen wisuda dengan bahagia...

Tulis Rio di status Facebook-nya. Dalam hitungan menit saja komentar demi komentar muncul.

Ema Lisnawati Anak Bunda Emang: sekarang gak bahagia, Bang? Kan udah sidang?

Giovanni The Rummi: Emang lu bisa bahagia juga, Yo?

Aristiawan: Udah kagak usah pikirin yang gak ngebahagiain, enjoy aje, boy!

Winda Cuakep: Tumben bang ngegalau? :D

Es Cendol Tanto: Itu derita Lu Yo, menderita mulu! Xixixi.

Beragam komentar muncul dan Rio enggan menanggapi. Dia pun merasa geli sendiri dengan statusnya. Ini kali pertama ia bikin status yang sedikit galau. Tapi, pada akhirnya ia menanggapi obrolan panjang teman-teman Facebook-nya dengan komentar singkat: Gue lagi nyari pendamping wisuda plus pendamping hidup, boy, capek ngejomblo melulu. :D

***

Sore itu, seminggu menjelang wisuda. Rio duduk di gazebo depan mushala, melepas lelah setelah mondar-mandir mengurus semua urusan untuk wisuda.

“Bang Rioooo... selamat yaaa! Traktirannya kapan?” Sarah menghampirinya dengan sumringah dan senyum lebar dua centi kanan, dua centi kiri.

“Makan mulu, lu! Gemuk dikit ngeluh terus nangis-nangis pengen diet.”

“Hahaha... gak gitu juga kali, Bang.. Btw ngapain abang di sini?”

“Gak ngapa-ngapain, istirahat aja abis muter-muter.”

“Muter-muter hati Sarah ya, Bang?”

“Gak. Muter-muter gerobak bakso! Ganggu aja nih anak. Pergi sana!”

“Eh, abang lagi merhatiin ukhti-ukhti yang di mushala itu ya? Cieee, bang Rio, cieee...”

“Kepo lu!”

“Ngaku aja, Bang. Cieee…”

“Pregi, lu, gerah gue!”

“Bang, kalo suka sama ukhti-ukhti, abang mesti jadi akhi-akhi dulu. Gimana si ukhti mau sama abang, abang aja kayak gini? Lihat tuh penampilan abang, acak-acakan gitu. Jangan-jangan gak mandi dua hari lagi?”

“Sembaranga,n lu. Gini-gini gue mandi tiga kali sehari!”

“Bohong! Dosa lho, Bang! Nambah si ukhti gak mau.”

“Udahan, pergi sana, lu.”

“Hahaha... Bang, laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik, begitu pula sebaliknya.” Sarah beranjak dan meninggalkan Rio tercenung di gazebo. Mungkin ada benarnya perkataan Sarah, bisa jadi karena itu juga ia tak laku-laku padahal ia selalu bermimpi mendapatkan pendamping hidup seorang muslimah yang baik. Atau karena jauh dari Allah juga skripsinya sekian semester tak laku-laku alias tak di-acc-acc oleh dosen pembimbingnya, pikir Rio.

***

Rio mengambil sajadah di lemarinya. Entah berapa lama sajadah ini tak ia pakai. Sehelai sarung dan kopiah pemberian ibunya pun telah lama sekali tak ia gunakan. Senja ini, jelang Maghrib, ia mengguyuri tubuhnya dengan air dan berwudhu.

Azan Maghrib berkumandang dan Rio melangkahkan kaki menuju masjid yang tak begitu jauh dari kostannya. Dengan senyum sumringah, ia masuk ke masjid tanpa menghiraukan teriakan seorang laki-laki di belakangnya. Ia masuk pintu masjid dan langkahnya terhenti.“Kok isinya cewek semua?” 

“Maaf, Mas, pintu cowoknya di sana. Mari...” Dari belakang suara seorang laki-laki mengejutkannya. Ia melangkah, masih ia dengar cekikikan dari belakang. Mungkin Allah menghukumku atas kelalaianku selama ini, bisa jadi ini belum seberapa, pikir Rio.

Hari ini sujud pertamanya setelah sekian sujud ia tinggalkan. Sebuah janji ia ikrarkan kepada dirinya sendiri, ia akan menjadi muslim yang lebih taat lagi.

Sunday, May 1, 2016

kawan,catat hutangmu.!

http://sbi-yosh.blogspot.co.id/


Sbi_yosh.com.pembaca berita yosh, persoalan hutang bukan persoalan yang main-main loh. Ketika seseorang meninggal dunia, urusan hutang ini bisa berbuntut panjang. Maka, kadang ada yang menganggap bahwa mencatat hutang adalah sesuatu yang harus dilakukan. Benarkah?


Wah,repot dong kalau cuma mau pinjem buat bayar ojek di depan kampus lima ribu perak kudu dicatat juga? Jadi penuh dong note booknya. Simak ulasan yosh berikut ini, kawan.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang yang belum dilunasi, maka membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itu yang terjadi di hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang yang dipunyai seseorang.

Wah, gawat banget dong kalau ternyata pahala kebaikan kita nggak banyak-banyak amat.

Bukan berarti kita jadi nggak boleh berhutang juga loh, kawan. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun terkadang berhutang dan orang yang hendak berhutang hukumnya mubah. Tetapi, kita kudu bersikap hati-hati terhadap apa yang namanya hutang!

Soal mencatat hutang Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun dari hutangnya." (QS. Al-Baqarah: 282).

Akan tetapi, ulama berbeda pendapat mengenai hukum wajib atau tidaknya mencatat hutang ini, kawan.

Madzhab Dzahiriyah berpendapat bahwa ayat tersebut menjadi dalil wajibnya menulis transaksi hutang piutang yang pelunasannya tertunda.

Ibnu Hazm adz-Dzahiri mengatakan, "Jika hutang ditangguhkan pelunasannya, maka wajib bagi keduanya untuk menuliskannya dan mencari saksi dua orang atau lebih atau seorang lelaki dengan dua wanita yang adil, atau lebih. Jika dia dalam safar, dan tidak menemukan orang yang mencatat, jika mau, orang yang berhutang bisa menggadaikan sesuatu." (al-Muhalla, 6/351)

Mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah, dan Hambali, berpendapat bahwa mencatat transaksi hutang dan menghadirkan saksi ketika transaksi, hukumnya tidak wajib.

Perintah dalam QS. Al Baqarah ayat 282 adalah bimbingan agar manusia lebih berhati-hati dan lebih yakin dalam melakukan muamalah dengan orang lain, terutama masalah hutang. Sehingga statusnya bukan perintah yang wajib dikerjakan.

Imam as-Syafii menjelaskan dengan bagus mengenai tafsir ayat tersebut. Beliau menyebutkan, ada dua alasan, mengapa perintah dalam ayat tersebut bukan perintah wajib.

Di ayat berikutnya (283), Allah SWT perintahkan ketika seseorang tidak menemukan penulis, agar menggadaikan barangnya.

Di lanjutan ayat, Allah bolehkan untuk tidak menggadaikan barang, selama masing-masing yakin bisa saling menjaga amanah.

Ini menunjukkan bahwa perintah di ayat sebelumnya, memberi kesimpulan anjuran dan bukan kewajiban yang ketika ditinggalkan, bernilai maksiat. (Ahkam al-Quran, 2/127).

Ada pula ulama yang berpendapat bahwa bila harta yang dihutangkan adalah milik sendiri maka yang afdhal (sunnah) adalah mencatatnya.

Boleh aja nggak mencatat hutang, kawan, apalagi kalau hutang tersebut dalam hal-hal kecil atau secara adat-kebiasaan orang-orang tidak terlalu serius di dalamnya.

Kalau harta yang dihutangkan milik orang lain, misalnya karena mengelola harta anak yatim dan karena suatu hal yang membawa maslahah ia menghutangkannya kepada orang lain, maka ia wajib mencatatnya.

Mengelola harta anak yatim adalah bentuk penjagaan terhadap harta mereka. Seperti firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.” (QS. Al An’am: 154).

Imam as-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan, "Perintah untuk mencatat setiap akad hutang piutang, bisa hukumnya wajib, dan bisa anjuran. Mengingat besarnya kebutuhan untuk mencatatnya. Karena jika tanpa dicatat, rentan kesalahan, lupa, peselisihan, dan pertikaian, yang itu kejelekan yang besar." (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 118).

So, hukum asal mencatat transaksi hutang sifatnya adalah anjuran. Tapi, kalau dipastikan akan menimbulkan sengketa atau pertikaian tanpa pencatatan, maka mencatat transaksi hutang atau menghadirkan saksi hukumnya menjadi wajib.

Allahu a'lam.

Jangan takut dengan masalah

http://sbi-yosh.blogspot.co.id/


Sbi_yosh.com.kawan..!, manusia nggak pernah lepas dari masalah. Masalah apapun dari masalah yang kecil sampai masalah yang besar. Pun ketika udah merasa beres dari satu masalah, yakin deh, akan muncul masalah berikutnya. Bukannya menakut-nakuti,tapi, kalau kita mau berpikir positif, dengan masalah kita bisa menjadi dewasa, dengan masalah iman kita bisa teruji, akan semakin naik atau malah turun. Tetapi, jangan sampai turun deh ya.

Masalah sebenarnya nggak perlu dijadikan masalah kok. Maksudnya,? Coba deh simak kisah menarik berikut ini.

Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Imam Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”

Imam menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah!”

Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah!”

“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Imam.

“Tentu tidak.” jawabnya.

“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Imam.

“Tidak juga.” jawabnya.

Lalu Imam berkata, “Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”

“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan. Tersenyumlah, karena rezekimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur. Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur.”

Kemudian Imam Ali bin Abi Tholib meneruskan ungkapannya,

“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari. Dibalik kemudahan ada rasa syukur. 

Sementara Allah berfirman, 

وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ -١٤٤

 'Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.' (QS.Ali Imran: 144)
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ -١٠- 

'Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.' (QS.Az-Zumar: 10)

Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah swt. Lalu kenapa masih bersedih?

kita juga punya Allah kita bisa setiap saat mengadukan masalah kita kapada Allah,Nah yang paling tepat tuh coba deh setelah sholat nah kita minta tuh sama Allah,sampe nagis nangis gapapa kok kawan.lebih baik kita curhat sama Allah, ya kaaaa?

Tuh, Sob, ditanyain, kenapa kita masih bersedih kalau kita sudah tahu solusi dari semua masalah yang kita alami?

Just turn to Allah, and everything’s gonna be alright.  

Mau tahu jalan tercepat menuju surga ?

http://sbi-yosh.blogspot.co.id/

Sbi_yosh.com.Sobat yosh, karena macet sudah jadi hal biasa di beberapa kota di Indonesia,apalagi di jakarta dan surabaya dua kota ini langganan macet terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja biar perjalanan tetap lancar, pasti kita cari jalan alternatif yang lebih cepat ke tempat tujuan. Bener nggak?

Nah, kali ini admin kasih tahu jalan tercepat untuk sampai ke tujuan setiap mukmin, surga! Biar makin semangat beramal dan mengarungi kehidupan ini. Pasti pada mupeng kan?

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

Yep, jalan paling singkat dan mudah menuju surga adalah dengan ilmu!

Ibnu Rajab menyimpulkan bahwa menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami' Al 'Ulum wa Al Hikam, 2: 297-298).

Kok bisa sih ilmu menjadi jalan paling cepat menuju surga, Nid?

Alasannya karena dengan ilmu kita bisa lebih mengenal Allah. Ilmu bisa mendekatkan kita pada Allah swt.

Seharusnya nih, Sob, orang yang menuntut ilmu, mengetahui kekuasaan-kekuasaan Allah, pasti takjub, tunduk, dan makin beriman.

Tahu gimana penciptaan manusia, penciptaan alam semesta, teknologi yang semakin canggih, dan lain-lain, pasti kita ngerasa kecil deh, manusia nggak ada apa-apanya dan nggak pantas buat sombong. Makanya, sayang banget, ilmuwan yang makin pintar, eh, malah menentang kekuasaan Allah swt.

Cari ilmu aja udah suatu kebaikan loh dan bisa membawa kita ke kebaikan-kebaikan lainnya.

Karena makin banyak ilmu, makin banyak tahu soal perintah-perintah Allah swt, dan makin banyak peluang amalan yang bisa kita lakukan.

Sebagaimana kata ulama, "Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya."

Melakukan kebaikan dengan rajin menuntut ilmu, balasannya adalah banyak melakukan amalan-amalan untuk menambah pahala.

So, nggak malas lagi buat menuntut ilmu kan, kawan?

Sabar-sabarin aja kalau ngerasa banyak cobaan dalam menuntut ilmu. Karena balasannya juga nggak kecil loh.

Luruskan niat juga dalam menuntut ilmu. Belajar bertahun-tahun jangan cuma ngejar gelar or nilai, tapi iman nggak nambah. Sayang banget!

Makin pintar, makin panjang gelar, kan cakep juga kalau makin sholeh-sholehah.

Semangat terus menuntut ilmu ya, kawan!